Posts

Midle of JUNE

  Ketika awan diatas kepala, aku berdiri dipinggir pagar rumah menunggu ojek online yang sebentar lagi akan tiba. Aku menaiki motor dengan terburu-buru, sebelum sampai di gapura, tersadar aku lupa memakai sepatu dan meminta tolong ke aa ojek untuk balik arah, bukannya dia merasa kesal malah dia receh ngakak melihat kecerobohanku. Berbeda denganku, aku malah merasa miris adaptasi hidup sendirian, terbiasa diingatkan oleh mamah atau kakak perempuanku yang sudah seperti mamah keduaku, dan sekarang aku harus benar-benar mengurus diri sendiri. Pohon awan meluas, aku menoleh angkasa raya biru muda, iya ini musim kemarau. Hati musim ini seperti terlantarnya rumput liar jalannya. Titik hujan dari langit tak terlihat, aku rindu suara hujan. Perasaan yang timbul tenggelam, Ketika siang hari merasa independent people dan batasnya hanya sampai matarhari terbenam, lalu setelah itu, I need someone to talk.   Selain itu aku juga butuh wifi dikosan ini, lalu aku berdiskusi kepada ibu kos da...

DOCTOR ROMANTIC

  Riang yang mengiris itu bernama rindu. Seumpama awan yang mendung, kemana kujatuhkan rindu? Di balik jendela yang kubuka sedikit, tiba-tiba aku teringat lelaki yang selalu berpapasan setiap aku keluar kamar. Cerita bermula pada saat aku terdesak harus pindah kost karena kuliah profesiku. Pada awal-awal pindahan, aku jarang banget berpapasan sama penghuni kost lainnya. Namun setelah dua bulan tinggal disana aku sering sekali berpapasan sama entah siapa namanya. Ketika aku mau berangkat ke sekolah dan sedang memakai sepatu, dia pasti turun dari atas untuk pergi koas katanya, meskipun jamnya random tapi kami selalu kebetulan begitu saja. Aku mendapatkan informasi tersebut dari bibi kost. Dia ternyata seorang dokter gigi yang sedang koas. Karena terlalu sering berpapasan akhirnya kami saling nyapa. Karena kamar dia diatas kamar aku, jadi secara tidak langsung aku tahu aktivitas dia, kaya mandi , cuci piring, ngambil minum air galon, atau   keluar kamar. Kadang kesal karena aga...

DANDELION

  Langit November banyak mendungnya ya! Namun tidak masalah bagi dandelion, dia sangat mudah beradaptasi. Dandelion memang bunga yang sangat indah namun dia sebenarnya rapuh. Meski begitu, ia adalah bunga yang berani terbang tanpa sayap. Dimanapun angin membawanya berhenti terbang, disitulah dia akan tumbuh. Dandelion tampilannya identic sangat sederhana. Mekar di pagi hari, dengan bunga kuningnya menyerupai bulan. Bola kepulauanya yang menyerupai bulan. Biji-bijianya yang menyebar menyerupai bintang. Namun semua keindahan itu kembali layu di malam hari. Tetapi sebenarnya ini bukan tentang Dandelion. Namanya Yara Dandelion adalah pelaku utamanya. Sepotong kisah Dandelion hanya sebuah analogi rasa. Yara tidak ingin terlalu abstrak mengutarakannya, tapi ia lupa kalau tidak semua orang paham linguistic. Nama Yara sendiri terbilang unik, orang tuanya memberikan nama tersebut karna mereka mempunyai toko bunga. Lalu ketika lahirnya Yara , bunga dandelion adalah bunga yang banyak te...

Rahsa

  Jumantara di sore hari di kota Bandung yang cukup nyaman. Mata yang penasaran melihat setiap sudut yang terjangkau. Tersenyum sejenak, merasa bangga pada diri sendiri karna mau mencoba hal-hal baru di rentan waktu dua tahun ini. Memberanikan diri memilih jalan berbeda dari kebanyakan yang orang lain tempuh. Sembari berfikir menjelajah, ternyata temaram hari ini sudah tiba. Aku bergegas pergi ke rumah. Tetapi ini tidak bisa disebut bergegas, karna aku berjalan perlahan layaknya kura-kura. Tidak sengaja, terlihat sosok lelaki berjalan berlawanan denganku. Kita melewati satu sama lain, namun beberapa saat kemudian ada yang bilang ‘’Permisi’’, aku menoleh kebelakang. Aku hanya menjawabnya dengan mimik muka yang seakan-akan bilang, “iya ada apa?”. “Batre handphode ku habis, boleh gak kalau aku minta tolong untuk memesankan gocar?” Dalam hati aku ngedumel, ih gak jadi tipeku dia merepotkan tapi kasian juga sih “Emm okay, mau saya pesankan kemana?” Setelah urusan aku sama si s...

Artikel: Memanusiakan Manusia dari Persfektif Mahasiswa Universitas Garut di Era 5.0

  Memanusiakan Manusia dari Persfektif Mahasiswa Universitas Garut di Era 5.0   Triana Pingkan E-mail: tpingkan192@gmail.com   Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Garut, Jl. Raya Samarang, Jl. Hampor Kecamatan No.52A, Mekarwangi, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat E-mail: https://uniga.ac.id   ABSTRAK Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui persefektif mahasiswa Universitas Garut tentang memanusiakan manusia, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif   dengan menggunakan 10 orang mahasiswa Universitas Garut sebagai objek penelitian dan metode library research yang mengumpulkan data-data dari buku-buku, artikelartikel dan internet. Hasil dari penelitian yaitu memanusiakan manusia dari persefektif mahasiswa adalah saling menghargai dan tidak saling menghakimi, dan dalam lingkungan di Universitas Garut masih minim memanusiakan manusia di semua kalangan baik itu dari dosen atau mahasiswa. Cara agar dapat terealis...

Menjadi Bulan terlalu Redup-Part A

  Karena ini masih bulan Juli, seharusnya jangan terlalu merasa kecewa, tahun ini masih belum berakhir, masih banyak space waktu yang mungkin saja giliranku, giliran harapanku. Jikapun belum waktuku, jangan lupa merasa masih ada waktu. Tak lama sekali hanya sedikit lebih lama, iya bukannya aku sangat pandai menunggu baik itu 10 kali atau 1001 kali, aku paling tahu aku bisa menunggu. Wajar saja jika merasa khawatir bahwa menungguku takutnya hanya untuk membuang waktu. Kepalaku tertunduk, aku gak bisa menangis mode silent, isak tangisku mulai terdengar, ada manusia baik yang menghampiriku dan bertanya “Hey kenapa menangis?” tanyanya seraya lembut Aku hanya menoleh, kemudian makin tersedu-sedu, padahal sebenarnya aku tidak berencana untuk menangis, aku hanya ingin melamun. “Ih jangan menangis” serunya, lalu aku menatapnya, “ Yaudah boleh tapi menangisnya sedikit” lanjutnya. Mataku melanjutkan mengeluarkan air matanya, hanya saja aku terlalu receh, ingin ketawa hanya karna ...

Mas Crush

  Menitip rasa pada yang tak merasa tapi tak mengapa aku tidak berharap terbalas cukup menyukainya dalam diam, bahagia ketika melihatnya, rindu ketika tak bersua, indahnya cinta sendirian yang tak banyak berharap lebih, mungkin ini definisi menyukaimu secara sukarela. Aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya, biarkan takdir yang berbicara. Meskipun aku tidak menunjukannya tapi percayalah kamu telah memiliki hatiku seutuhnya. Berawal dari keadaan yang mengharuskan jari jemari kita saling bertautan karena takut aku terjatuh hingga berlangsung beberapa jam dan berakhir dengan aku malah jatuh hati padamu. Jangan salahkan rasa, kita tidak bisa memilihh kepada siapa kita jatuh hati, itu terjadi begitu saja bahkan tanpa kita sadari. Dalam sebuah perjalan kami saling berboncengan, seperti biasa kami hanya mengobrol hal biasa. Aku membuka obrolan “ Kamu pernah mencukur kumis?” kataku iseng “Pernah dong” Jawabnya “ Lalu gimana? Tumbuh lagi gak? Tambah banyak apa enggak rambutnya? ...