Artikel: Memanusiakan Manusia dari Persfektif Mahasiswa Universitas Garut di Era 5.0

 

Memanusiakan Manusia dari Persfektif Mahasiswa Universitas Garut di Era 5.0

 

Triana Pingkan

E-mail: tpingkan192@gmail.com

 

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Garut, Jl. Raya Samarang, Jl. Hampor Kecamatan No.52A, Mekarwangi,

Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat

E-mail: https://uniga.ac.id

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui persefektif mahasiswa Universitas Garut tentang memanusiakan manusia, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif  dengan menggunakan 10 orang mahasiswa Universitas Garut sebagai objek penelitian dan metode library research yang mengumpulkan data-data dari buku-buku, artikelartikel dan internet. Hasil dari penelitian yaitu memanusiakan manusia dari persefektif mahasiswa adalah saling menghargai dan tidak saling menghakimi, dan dalam lingkungan di Universitas Garut masih minim memanusiakan manusia di semua kalangan baik itu dari dosen atau mahasiswa. Cara agar dapat terealisasikan memanusiakan manusia ini adalah dengan mengubah pola pikir setiap manusia dan sebagai agen of chance adalah tugas mahasiswa untuk mengimplementasikannya di kehidupan bermasyarakat agar pola pikir masyarakat dapat berubah menjadi lebih positif terhadap setiap individu dan dapat saling menghargai tidak menghakimi.

 

Kata Kunci: Persefektif, Mahasiswa, Memanusiakan Manusia,

 

PENDAHULUAN 

Di era 5.0 sangat mungkin terjadi hal yang negative yang dilakukan di dunia digital, salah satunya terjadi perundungan yang dilakukan di sosial media oleh berbagai kalangan terutama Indonesia yang memiliki sifat fanatic atas segala hal yang terjadi, jika orang melakukan salah dan di kirim diberbagai platform sosial media, maka akan terjadi perundungan  oleh yang tidak suka yang disebut “netizen” . Dampak yang terjadi sangat mengkhawatirkan sampai ada beberapa kasus yang bunuh diri akibat perundungan yang dilakukan oleh netizen Indonesia. Tidak hanya perundungan banyak pengguna sosial media melakukan transaksi jual diri, memprovokasi atau mengujar kebencian atas suatu hal sehingga banyak yang terprovokasi, bangga akan kenakalan yang dilakukan seperti memamerkan kemesraan yang begitu intim dikalangan remaja, perselingkuhan dan judi online.  Hal ini membuktikan bahwa di Indonesia krisis akhlak dan kutipan memanusiakan manusia sulit untuk terealisasikan. Teori humanistik berasumsi bahwa teori belajar apapun baik dan dapat dimanfaatkan, asal tujuannya untuk memanusiakan manusia yaitu pencapaian aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang belajar secara optimal (Assegaf, 2011). Untuk mengimplementasikan teori belajar adalah dengan pendidikan. Pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia. Manusia perlu di didik agar menjadi manusia. Karena manusia hanya sifat saja. Banyak manusia yang tidak manusiawi. Karena salah satu ciri manusia adalah mampu berpikir baik itu dalam perbuatan, perkataan dan perlakuan terhadap orang lain. Ada ajaran dalam agama Islam yaitu habluminannas yang artinya hubungan antara manusia dengan manusia ini sudah tercantum pada salah satu ayat Al-Quran dalam surat an nissa ayat 36 “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Sebenarnya di sekolah telah diajarkan bagaimana memanusiakan manusia, tetapi yang terjadi dilapangan adalah banyak anak muda yang budi nya rendah tidak ada norma dalam menjalani kehidupan sama saja seperti pepatah air mengalir didalam talas. suatu hal yang percuma tidak ada sutu kebaikan yang membekas. 

Pembahasan memanusiakan manusia ini merupakan fenomena yang menarik  dibahas karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan tidak terlepaskan dari kehidupan dalam bersosial, karena manusia adalah makluk individu yang membutuhkan orang lain. Salah satu lingkungan yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya memanusiakan manusia adalah pendidikan sehingga pemilihan penelitian yaitu di Perguruan Tinggi Universitas Garut, untuk mengetahui persefektif mahasiswa Universitas Garut dalam memanusiakan manusia.

 

KAJIAN TEORI

Pengertian Memanusiakan Manusia Dalam kamus bahasa Indonesia (2011:301) istilah memanusiakan manusia adalah upaya untuk membuat manusia menjadi berbudaya. Menurut A. Mangunhardjana yang dikutip oleh Haryanto Al-Fandi (2011:71) konsep “Memanusiakan Manusia” merupakan bagian dari humanisme. Humanisme yaitu kata yang berasal dari bahasa latin humanus dan mempunyai akar kata homo yang berarti manusia. Humanus berarti sifat manusiawi atau sesuai dengan kodrat manusia. Humanisme adalah paham yang menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencitacitakan pergaulan hidup yang lebih baik. humanisme tidak memandang bangsa, agama, daerah, suku, warna kulit dan sejenisnya. Ia memperlakukan dan berusaha membantu siapa pun itu manusianya karena manusia merupakan makhluk yang paling unik. Ini disebabkan oleh adanya potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Potensi dan kemampuan itulah yang mengantarkannya pada kesempurnaan dan kebahagiaan. Diantara keunikan tersebut yaitu Socrates mengemukakan bahwa pada diri manusia terpendam jawaban mengenai berbagai persoalan dunia. Tetapi seringkali manusia itu tidak menyadari bahwa dalam diri tersimpan dan belum terungkap jawaban-jawaban bagi persoalan yang dipertanyakannya. (Sarlito Wirawan Sarwono, 1978: 30). Menurut H.A.R. Tilaar & Riant Nugroho (2012:22-23) hakikat manusia ada beberapa poin yaitu: 

a.                   Manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat mewujudkan kemanusiaannya yang berbeda binatang karena manusia  memerlukan pendidikan. Pendidikan disini untuk menjadikan manusia makhluk yang mulia karena Allah melengkapi manusia dengan akal dan perasaan yang memungkinkannya menerima dan mengembangkan ilmu pengetahuan, dan membudayakan ilmu yang dimilikinya

b.                  Manusia adalah animal educabili, yang berarti bahwa manusia mempunyai potensi dididik atau dikembangkan untuk mendidik.

c.                   Manusia adalah makhluk sosial. Meski dalam kelompoknya binatang mengenal kehidupan sosial, itu tidak sama dengan hubungan antar manusia yang mengenal nilai-nilai etika, baik dan buruk karena dalam kehidupan bersosial.

Menurut Ahmad Tafsir yang dikutip oleh Helmawatu dalam buku “Pendidikan Keluarga” (2014:24) ada dua hal penting dalam pendidikan yang memanusiakan manusia yaitu; Pertama, orang yang dapat membantu mengembangkan potensi yang ada pada manusia. Kedua, adalah orang yang dibantu agar menjadi manusia.

Pada era 5.0 saat ini banyak lembaga-lembaga pendidikan yang berorientasi pada persiapan masa depan manusia dan bukan pada kemanusiaan manusia maka pendidikan dapat menjauhkan manusia dari kemanusiaannya. Tak seorang pun dapat mengetahui dengan jelas dan pasti akan masa depan setiap manusia. Ketidaktahuan ini dapat menyeret manusia pada kekhawatiran terus menerus yang tak berujung hingga mengakibatkan kehilangan arah bahkan kehilangan kemanusiaannya (Collin Rose & Malcolm J. Nicholl, 2003: 32).

Oleh karena itu Peran pendidikan harus dikembalikan pada hakikatnya, yaitu bukan untuk mempersiapkan masa depan tetapi untuk membuat manusia dapat hidup dan melakukan tugas kemanusiaannya, yaitu menemukan, mengembangkan dan menunjukkan kesempurnaannya sebagai manusia yang mulia. Sudah menjadi tugas manusia dalam kehadirannya sabagai manusia di muka bumi ini dan pendidikan menolong manusia menjalankan tugas kemanusiaannya dengan baik

 

 

METODE

Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pertanyaan tentang memanusiakan manusia dengan objek 10 orang mahasiswa Universitas Garut, dan metode library research yang mengumpulkan data-data dari buku-buku, artikel-artikel dan internet. Penelitian ini adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengamati dan memecahkan permasalahan secara sistematis dan rasional. Metode ini menggambarkan apa penyebab dari permasalahan yang sedang terjadi. Maka dari itu peneliti berusaha mendeskripsikan sekaligus menganalisis bagaimana Memanusiakan Manusia dari Persefektif Mahasiswa Universitas Garut di Era 5.0.

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Agen of change merupakan agen perubahan memimpin masyarakat dalam mengubah system social. Dalam melaksanakan agen of change berarti harus membuat sebuah perubahan baru yang bernilai  positif, bahkan bisa untuk mempersiapkan perubahanperubahan baru baik dalam sebuah lembaga-lembaga masyarakat yang terdapat pada lingkungan sekitar. Cara mempengaruhi masyarakat melalui sistem yang teratur dan terencana disebut rekayasa social (social engineering) atau sering disebut dengan perencanaan sosial (social planning).

 

agen of change sangat  berpengaruh besar karena masa depan suatu bangsa ada di tangan generasi muda bangsa Indonesia untuk dipersiapkan membuat sebuah perubahan demi kemajuan bangsa. Agen of change disiapkan untuk menjadi agen perubahan dalam segala bidang dengan penuh tanggung jawab dalam melakukannya.

 

Salah satu anak muda yang memiliki peluang yang besar untuk merubah dunia adalah mahasiswa. Mahasiswa sebagai agen of change bisa  menyauarakan melalui media sosial, media cetak, atau melalui media yang lain, agar suara yang ingin disampaikan kepada pemerintah  bisa tersampaikan dan dapat ditanggapi dengan baik.

 

Perubahan yang terjadi harus menjadi perubahan yang baik bagi setiap manusia tanpa terkecuali, tidak ada hak dan kewajiban yang direnggut. Apalagi menyangkut memanusiakan manusia harus terus dibudayakan agar tercipta kerukunan diantara manusia sebagai manusia individu yang memiliki kedudukan yang sama. Semua hal yang dapat dilakukan manusia berasal dari anugerah tuhan yang bersifat kodrati, pemberian sempurna Pencipta dalam bentuk tubuh, jiwa, pikiran, dan perasaan. Di dalam tubuh, jiwa, pikiran, dan perasaan ini kesempurnaan manusia tercipta. St. Thomas Aquinas menyatakan bahwa pribadi dengan tubuh, jiwa,  pikiran,  dan  perasaan  adalah  yang  paling  sempurna  dalam  seluruh  alam  (Leahy,  1984:181).    Dari kutipan tersebut bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna dimana kesempurnaan ini tidak boleh ada yang mencidrainya sehingga memanusiakan manusia adalah bentuk dari menyempurnakan kehidupan sebagai manusia yang berderajat tinggi.

 

 

Dari hasil penelitian mahasiswa Universitas Garut berpandangan  bahwa memanusiakan manusia itu menghargai dan tidak menghakimi, karena pada dasarnya setiap manusia ingin diperlakukan dengan baik. Jika berbuat baik orang pun akan berbuat baik. Jadi ada hukum alam yang terjadi. Kata Ella Sulastri seorang mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Garut. Dari semua jawaban yang dikemukakan bahwa  masih minim dalam hal memanusiakan manusia disemua kalangan baik itu dari dosen ataupun mahasiswa ke mahasiswa, dan adapun pengaruh kecanggihan sekarang dalan hal memanusiakan manusia contohnya dengan perundungan, sindir menyindir dan berkata kasar dengan menyebut bahasa hewan.

 

Menurut mahasiswa Universitas Garut memanusiakan manusia dapat terealisasikan dengan pola pikir yang harus diubah dari setiap orang, bukan hanya mahasiswa saja tetapi yang harus melakukan perubahan adalah mahasiswa karena telah disebutkan bahwa mahasiswa adalah agen of change yaitu agen perubahan agar dapat menanamkan memanusiakan manusia di lingkungan masyarakat. Karena pada dasarnya tujuan dari pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia

 

KESIMPULAN 

Manusia adalah makhluk yang sempurna diantara makhluk lainnya. Semua hal yang dapat dilakukan manusia berasal dari anugerah tuhan yang bersifat kodrati, pemberian sempurna Pencipta dalam bentuk tubuh, jiwa, pikiran, dan perasaan. Di dalam tubuh, jiwa, pikiran, dan perasaan ini kesempurnaan manusia tercipta. tidak boleh ada yang mencidrainya sehingga memanusiakan manusia adalah bentuk dari menyempurnakan kehidupan sebagai manusia yang berderajat tinggi untuk dapat mengimplementasikannya harus ada peran mahasiswa karena sebagai agen of change artinya agen untuk perubahan dunia. Untuk dapat menjadi manusia yang memanusiakan manusia harus adanya perubahan pola pikir disetiap individu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar pustaka

 

Abdul,  Rivaldi, .Moch. Rostiawati, Tita,. Podungge, Ruljanto &Arif, Muh (2020) Pembentukan Akhlakdalam Memanusiakan Manusia: Persefektif  Buya Hamka:

jurnal pendidikan Islam &budi pekerti Vol 1no 1

 

Christiana,Esther (2013) PENDIDIKAN YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA:

HUMANIORA VOL.4 NO1,398-410

 

https://sc.syekhnurjati.ac.id/esscamp/risetmhs/BAB214111410050.pdf

 

Jannah, Faridahtul & Sulianti, Ani (2021) PERSPEKTIF MAHASISWA SEBAGAI AGEN OF CHANGE MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN: Journal

of Social Science and Education Volume 2 Issue 2, 181-193

 

Leahy,L. (1984). Manusia sebuah misteri sintesa filosofi tentang makhluk paradoksal.

Jakarta: Gramedia

Comments

Popular posts from this blog

RPP IPA Kelas 4 SD Semester 1 KTSP

Makalah Strategi Pengembangan Penilain Karakter Berbasis Penilain Otentik

DOCTOR ROMANTIC