Yang Selalu Ada Seperti Udara

 

Tidak peduli jatuh atau terbentur aku harus tetap bertahan, menahan, dan tetap hidup dalam harapan. Ku kira harapan diusia saat ini terlalu kompleks jika mengharapkan tentang jodoh, aku? Udah gak pengen ribetan hal itu lagi, udah berserah. Meskipun itu menjadi salah satu tekanan dari keluarga padahal baru lulus kuliah tapi udah pada nanya kapan nikah? Terutama mama, hamper tiap malem, aku selalu disinggung.

“ Jangan main hp mulu, baca dzikir, baca Al-Qur’an minta disegerakan didatangkan jodoh yang baik”. Cetus mama .

Aku terdiam dan hanya merespon didalam hati, “kenapa si maa emmmm?

Dulu aku suka heran ko orang-orang pada horor sih ditanya kapan nikah? Dan sekarang kerasa banget ternyata memang horror banget. Kata temen-temen aku terlalu pemilih karna udah coba dikenalkan ke beberapa orang masih gak ada yang sreuk, apalagi sampai ada yang langsung dateng ngelamar ke rumah, gak sreuk juga. Bukan sesederhana katanya GAK SREUK ya karna aku mempertimbangkan beberapa hal, aku gak mau salah pilih orang terjebak dipernikan yang salah.

Isi kepala ku random sekali bukan hanya tentang ditanya kapan nikah saja mengenai masa depan hal yang paling rumit, rasa khawatir yang kerap kali dating 24/7 sangat menganggu, tapi sampai saat ini aku masih cukup bisa untuk mengatasinya. Mempertanyakan diri sendiri yang melelahkan, kapan aku kerja? Kapan aku bisa ngasih uang kepada mama? Kapan aku bisa menghandle kebutuhan adikku? Persoalan kapan yang melarakan.

Lamunanku terhenti ketika mama mengetuk pintu, aku keluar kamar lalu duduk dikursi pojok.

“Ada apa maaa?”

“ada yang mau dibicarakan, mama mau bilang kalau mama mau menikah lagi”.

“dengan lelaki itu? Tanyaku

Mama hanya mengangguk, aku kesal sekali sudah aku bilang itu lelaki buruk, orang-orang juga udah pada tahu kenapa mamaku bisa menutup mata seperti, akhirnya kami bertengkar sampai keluar kata-kata yang menusuk hatiku.

“Yaudah ade aja yang pindah keluar dari rumah ini? Kata mama.

Aku terkejut, sampai air matapun tak terjatuh lagi, aku  kembali masuk kamar. Dan keesokan harinya, aku berusaha menegarkan hatiku, mengalah karna lelah, aku membeereskan barang-barang ku dan pindah kerumah depan. Setelah beres berkemas, ku langkahlan kakiku dengan penuh kekecewaan, anehnya aku masih belum bisa menangis aku hanya tersenyum tipis dan bilang gakpapa ma aku  yang dirumah depan.

Aku termenung di kesepian malam, aku tersadar pada akhirnya kita akan sendiri, entah ditinggalkan atau meninggalkan. Tidak ada yang baik-baik saja mengenai perpisahan tapi mau gimana kalau sudah begini keadaanya. Sendiri, tersakiti, patah hati, gelap harapan, sedepresi ini, pikiran tak karuan tapi berusaha harus tetap waras menjalani aktifitas. Harus tetap mengunyah meski hidup terasa tak terarah, intinya aku harus tetap sabar dalam menjalani fase hidup.

“Ayah, apa kabar? Aku masih kuat ko yah, aku hidup dengan cukup baik meski tumbuh dewasa tanpamu, entah siapa yang egois tapi aku punya alasan kuat untuk tidak menyutujui pernikahan ibu, apa ayah kecewa? Aku menyakitinya ibu ya yah? Tapi dia lelaki buruk yah? Ibu juga memilih lelaki itu dari pada aku anaknya yah. Gakpapa ya yah aku gakpapa ko. Aku sekarang sendirian yah, merasa gak ada yang peduli lagi sama aku, tapi aku yakin kamu menemaniku meski kita berbeda dimensi, kamu selalu dihati, kamu cinta pertama ku, kamu penyematku, kamu yang selalu ada seperti udra meski sudah tiada, terimakasih yah, terimaksih untuk selalu ada”.

Air mataku berjatuhan sederas air hujan, meneguhkan jiwa aku harus hidup lebih baik dari sekarang ini, mengabaikan sakit hati adalah pilihan terbaik, hidup terus berlanjut meski merasa terjebak di kotak yang sempit pasti ada beribu-ribu cara untuk bisa keluar.  Semoga ada sedikit hadiah setelah aku keluar dari kotak sempit ini.

Kian lama kian pasrah ku rasakan jua, aku kira aku bakalan baik-baik aja, ternyata aku kesepian juga. Setiap malam diberatkan dengan menanggung lara, padahal satu-satunya cara untuk mengakhiri derita ini adalah rela.

 #NgabubuwriteWithPenulisGarut

www.penulisgarut.web.id

Comments

Popular posts from this blog

RPP IPA Kelas 4 SD Semester 1 KTSP

Makalah Strategi Pengembangan Penilain Karakter Berbasis Penilain Otentik

DOCTOR ROMANTIC