Rasa dingin Penghuni Rumah
Entah prihal
apa ramadhan kali ini terasa hangat, semua keluarga kumpul dirumah, meskipun
cenderung bising karna aku terbiasa berdua sama ibu dirumah tapi meskipun demikian
itu menyenangkan ada rasa yang berbeda dihati, iya terasa lebih hangat.
“Sahur-sahur teh
sahur” okay bocil-bocil rame-rame ngetuk pintu kamarku. Aku memang paling susah
dibangunin wkwk.
“iya iyaa ini
bangun” sahutku. Mata ini ku buka perlahan , bengong bentar lihat langit-langit
lalu ku angkat tubuh ini yang terasa berat meskipun aku sangat kurus haha,
berjalan menuju kamar mandi sambil menggisik mata ini, “berrrr” air dingin ku
tumpahkan begitu saja ke mukaku yang loyo dan taraaa air dingin memang paling
top membuat muka ini menjadi segar seketika.
Aku duduk di
samping ibu yang selalu ada, ku pandang wajahnya dengan penuh harap ” jangan
pernah tinggalin aku bu!” ucapku didalam hati.
Semenjak ayahku
meninggal. Lalu adik lelaki ku masuk pesantren, aku hanya berdua sama ibu, dan
ketakutan yang selalu menghantui, bagaimana kalau ibu juga meninggalkanku, bagaimana
denganku? Aku tidak ingin menjadi manusia sendirian. Buka puasa berdua, terus
dia kadang ngeluh kalau waktu luangku seringnya dipakai rebahan dikamar,
katanya pengen ada temen ngobrol, tapi masalahnya kalau ngobrol lama sama ibu
aku suka gak nyambung dan akhirnya debat. Sifatku dan ibu memang saling
berlawanan, jarang nyambung tapi tetap saling menyayangi, iyalah kan ibu sama
anak. Iya maksudnya kita sering debat tapi gak pernah clash.
Angin yang
menyentuh gorden, lampu jalan yang terlihat sekilas, aku sedang tersedu-sedu
dipojakan kamar, tiba-tiba ibu datang.
“kenapa de?”
dia bertanya dengan lembut seolah-olah sedang tidak ada masalah diantara kami.
“Gakpapa ko
bu” padahal aku berusaha mengicilkan suara tangisku tapi tetap saja terdengar
”Yaudah sana
cuci muka ayok kita beli baso”.
Padahal kami
sedang marahan karnaaku paling bete kalau ibu marah-marah terus suaranya
lantang sekali, ya intinya gak suka bentak dan ibu sukanya bentak-bentak dan
aku suka nyari gara-gara, ya begitulah, Akhirnya akupun pergi ke kamar mandi
lalu ku pakai sunscreen lipstikan dan berangkat membeli baso.
Banyak sekali
peristiwa-peristiwa yang telah kami lalui berdua, dan sekarang aku berkata ini
menyenangkan, ramadhan kali ini sangat menyenangkan, rumah terasa lebih hidup,
rasa dingin yang sudah lumayan lama menghuni rumah ini kini kian memudar.
Ada yang
paling seru dari moment puasa kali ini, yaitu menu buka puasa jadi lebih
kompleks, karna ada 9 manusia yang berbeda-beda keiginan, ini, ada yang ini,
ada yang ingin itu, pokonya akhirnya sang penentu adalah ibuku, ibu yang
memutuskan buka puasa apa hari ini? Setelah mendengar beberapa ajuan permintaan.
Meskupun setelah lebaran formasi akan kembali seperti semulu, taka apa yang
terpenting semoga kehatangannya tetap tinggal.
www.penulisgarut.web.id
Wah seru dongs, yeee...
ReplyDeleteSeru bangett laa
Delete