Aku Menyukainya
Dulu, dulu waktu duduk di Sekolah Dasar aku sangat suka banget membaca
apapun buku yang ada disekolah yang kadang sudah berdebu tebal karna tak begitu
terurus tapi aku selalu penasaran dengan isinya, lanjut di sekolah menangah
pertama aku masih suka membaca terlebih ada perpustakan disana, ada satu buku
yang sangat berkesan sampai sekarang, yang masih teringat hanya isi ceritanya
tentang penjajahan Jepang lalu ada sepercik kisah asmara nyang lua biasa, tapi sayangnya
aku sangat pelupa judul bukunya apa, tapi sayangnya aku susah lupa jika tentang
dia, haha udah skip. sekeras apapun aku mengingat judul bukunya apa alhasil
nihil sudah mencoba searching-searching digoogle tapi masih saja gak ada
pencerahan judulnya apa, padahal aku sangat ingin membacanya kembali. Selain
membaca, aku juga suka kamu, eh haha enggak deng aku juga suka menulis buku
diary hampir tiap hari ketika cahaya bulan mulai menyala.
Ketika berlanjut disekolah SMA kebiasaan membaca ku masih bertahan, tapi
ya tapiiiii yang kusuka bukan bacaan jenis non fiksi, tentu saja aku menyukai
bacaan jenis fiksi sampai rela nganti diperpus buat minjem novel Dilan tahun
1990 yang sangat polulerbangat novelnya waktu itu, ngantri minjemnya
berminggu-minggu dan membacanya hanya satu malam, hmm aku sampe gak tidur buat
ngeberesin bacaan dilan ini, menahan tawa karna takut kepergok mamah begadang. Eh
taunya kemarin-kemarin filmnya dilan juga sangat terkenal ya, aku gak berani
nonton loh karna takut gak sesuai ekspektasi dan imajinasiku waktu menbaca
novel ini, dan akhirnya setelah satu tahun film ini tayang lama-lama penasaran
juga kan, ya udah namanya juga manusia akhirnya ditonton, dan benar filmnya gak
sesuai ekspektasiku tapi ya namanya juga film adaptasi novel ya pasti gak sama lah
pasti ada bedanya.
“Naraa tolong dong bikinin kata-kata buat story galau tentang ini..ini…”
Riva menceritakan perasaanya sekarang yang tengah diselingkuhi pacarnya.
“Gila Vaa ihh dia gila banget berani nyelingkuhin kamu yaudah tenang aku
akan buat kata-kata yang buat dia sadar diri, kesel aku dengernya, yang sabar
ya” cetusku.
Riva hanya mengangguk, meskipun aku belum tahu gimana rasanya
diselingkuhin tapi yang ku tahu itu termasuk peng khianatan. Akhirnya aku
mebuat kata-kata yang dia inginkan lalu di post, maklum ya waktu masa SMA
sedang alay-alaynya dan suka ngumbar-ngumbar kegalauan, hehe. Tidak hanya Riva
temen dekatku yang lain kerap menyuruhku semacam kata-kata puitis begitulah
buat dibikin story oleh mereka.
Sewindu sudah aku menyadari kalau aku suka membaca dan terkadang
menulis, dan tiba waktunya aku masuk kuliah, perpustakanya makin gede dan
tentunya jenis bukunya makin random eh bukannya memanfaatkan hal tersebut, tapi justru malah jarang membaca
atau pinjem buku ke perpus, hingga masuk tingkat dua salah satu dosen ngasih
tugas untuk membuat blog, awalnya yaudah hanya sekedar memenuhi tugas mata
kuliah dan memposting dengan alakadarnya, iya dokumen yang sudah ada di laptop.
TIdak berasa waktu berjalan lumayan cepat, aku sudah memasuki tingkat
akhir dan ada satu pria yang menyukaiku, padahal aku belum berani membuka hati
tapi akhirnya aku mulai menerima dia dan baru dua Minggu menjalani hubungan
malah dikhianati dengan sekejam-kejamnya, gila aku kasihan banget sama
aku. Dari situ aku bernar-benar seperti
sedang berada didasar lautan, menyesakkan gak tahu harus cerita kesiapa dan
terlalu malu untuk diceritakan, menurutku dalam hubungan itu aku begitu sangat
merasa bodoh sekali. Kalau sebuah perasaan tak tersampaikan pasti sakitkan, gak
nyamankan, akhirnya aku mempunyai ide untuk menuliskan menjadi sebuah cerita,
itu bisa menjadi sebuah media untuk istilahnya curhatnya tapi curhat nya sangat teransparan. Berawal dari rasa aku
tidak berencana mencintamu lalu malah terpikat olehmu dan terjatuh karnamu,
akhirnya aku menuliskan tentangmu. Hobi membaca dan menulisku yang sempat terjeda
akhirnya terlanjut lagi.
Untuk menyibukkan diri, akhirnya aku ngarang-ngarang cerita lalu post
diblog atau gak dengan merutinkan diri untuk berolahraga lari pagi, itu cukup membantu untuk
menyembuhkan luka. Makin kesini aku menyadari mungkinkah ini bakatku, menulis? Masa
sih? Tapi aku sangat menyukainya terlebih waktu blogku mendapatkan edsense
apalagi kalau karya-karya ku diapresiasi aku sangat happy, dan gak nyangka
banget kalau cerpen tentangmu menjadi cerpen yang paling banya viewers nya dari
cerpen-cerpen yang lain. Tapi aku masih
belum yakin ini bakatku, dari yang ku baca bakat itu kemampuan dasar seseorang
untuk belajar dalam tempo yang relative pendek dibandingkan orang lain, namun
hasilnya justru lebih baik, sedangkan aku, jika bakatku menulis aku masih belum
yakin hasil tulisanku baik. Tapi kalau berbicara minat, aku memang sangat
berminat dalam menulis , aku menyukainya.
#ngabubuwrite
www.penulisgarut.web .id
Comments
Post a Comment