Makalah Strategi Pengembangan Penilain Karakter Berbasis Penilain Otentik


Strategi Pengembangan Penilain Karakter Berbasis Penilain Otentik
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Karakter
Dosen Pengampu:


Diampu Oleh : Mira Maryati
Kelas: II B

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU SOSIAL, BAHASA DAN SASTRA
INSTITUT PENDIDIKAN INDONESIA GARUT (IPI GARUT)
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)

2018


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat rahmat dan hidayah serta ilham-Nyalah Makalah Strategi Pengembangan Penilaian Pendidikan Karakter Berbasis Penilaian Otentik ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam senantiasa saya panjatkan kepada panutan alam, Nabi Muhammad SAW.
 Makalah ini disusun sebagai realisasai untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah  Pendidikan Karakter. Dengan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena kterbatasan pengetahuan, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya  membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.



                                                                                    Garut, 23 Januari 2018

Penulis

  



DAFTAR ISI










BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

                
Pendidikan nasional Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai masalah. Capaian hasil pendidikan masih belum memenuhi hasil yang diharapkan. Pembelajaran di sekolah belum mampu membentuk secara utuh pribadi lulusan yang mencerminkan karakter bangsa. Proses pendidikan masih menitikberatkan dan memfokuskan capaiannya secara kognitif. Sementara, aspek afektif pada diri peserta didik yang merupakan bekal kuat untuk hidup di masyarakat belum dikembangkan secara optimal. Karena itu, pendidikan karakter merupakan suatu keniscayaan untuk dikembangkan di sekolah. Sekolah sebagai pusat perubahan perlu mengupayakan secara sungguh-sungguh pendidikan yang berbasis karakter dan budaya bangsa. Karakter dan budaya bangsa yang dikembangkan di sekolah harus diselaraskan dengan karakter. Untuk itu, pendidikan karakter bangsa perlu dikembangkan
berdasarkan penilaian otentik.
Penilaian otentik adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa.

B.      Rumusan Masalah

1.      Bagaimana Penilaian Otentik dalam Konteks Penilaian Karakter
2.      Apa Konsep Dasar Penilaian Otentik
3.      Apa Tujuan Penilaian Otentik dalam Konteks Penilaian Karakter
4.      Bagaimana Strategi Pengembangan Penilaian Karakter Berbasis Penilaian Otentik
5.      Bagaimana pengembangan model karakter berbasis penilaian otentik

C.      Tujuan

1.      Untuk memahami penilaian otentik dalam konteks penilaian karakter
2.      Untuk memahami konsep dasar penilaian otentik
3.      Untuk memahami tujuan penilaian otentik dalam konteks penilaian karakter
4.      Untuk memahami strategi pengembangan penilaian karakter berbasis penilaian otentik
5.      Untuk memahami pengembangan model karakter berbasis penilaian otentik













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Penilaian Otentik dalam Konteks Penilaian Karakter

Secara factual, data realistic menunjukan bahwa moralitas maupun karakter bangsa saat ini telah runtuh. Runtuhnya moralitas dan karakter bangsa tersebut mengundang berbagai musibah dan bencana negeri ini. Kementrian Pendidikan Nasional mensinyalisir bahwa sumber dari musibah dan bencana yang telah meluluhlantakkan moralitas bangsa ini adalah terabaikanya pendidikan karakter. Kemendiknas menyandarkan argumennya tersebut pada sejarah bangsa-bangsa yang selau menedepankan karakter sebagai solusi berbagai persoalan yang menerpanya. Merujuk pada fakta-fakta sejarah bangsa-bangsa tersebut, Kemendiknas mencanangkan gerakan nasional berupa pendidikan karakter (2010-2025) melalui keputusan  pemerintah Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bangbang Yudhoyono  pada tanggal 11 Mei tahun 2010 tentang gerakan nasional pendidikan karakter . gerakan tersebut diharapkan dapat  menjadi solusi atas rapuhnya karakter bangsa selama ini.
Dalam pelaksanaanya, khususnya melalui jalur pendidikan, pembangunan karakter bangsa dilakukan melalui restrukturisasi pendidikan moral yang telah berlangsung di semua jenjang pendidikan.
Hal mendasar yang dihadapi sekolah adalah tentang pendidikan moral. Masalah-masalah lain yang kemudian muncul sebenarnya berdasar pada pendidikan moral yang disampaikan. Bahkan perkembangan ilmu pengetahuan pun bergantung pada hasil dari pendidikan karakter (Kilpatrick, dalam bukunya “why jhonny can’t tell right from wrong)
Nah, tentu saja pendidikan karakter sangatlah penting untuk diterapkan dalam proses pembelajaran agar dapat membentuk karakter peserta didik yang baik. Dalam pembentukan karakter peserta didik , tentu saja banyak tantangan yang akan dihadapi. Oleh karena itu,  itu perlu adanya pengawasan dan pemantauan berkala untuk mengetahui perkambangan karakter yang terbentuk pada peserta didik. Penilain otentik dapat menunjang penilaikan karakter untuk mencapai hasil yang diinginkan.

B.     Konsep Dasar Penilain Otentik

Penilaian otentik adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran
perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh pendidik agar bisa memastikan bahwa peserta didik mengalami proses pembelajaran dengan
benar. Apabila data yang dikumpulkan pendidik mengidentifikasikan bahwa peserta didik mengalami kemacetan dalam belajar, pend idiksegera bisa mengambil tindakan yang tepat agar peserta didik terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan di sepanjang proses pembelajaran, penilaian ini tidak dilakukan di akhir periode saja (akhir semester). Kegiatan penilaian dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran. Mueller (2008) mengemukakan bahwa penilaian otentik adalah suatu penilaian belajar yang merujuk pada situasi atau konteks dunia “nyata” yang memerlukan berbagai macam pendekatan untuk memecahkan masalah yang memberikan kemungkinan bahwa satu masalah bisa mempunyai lebih dari satu macam pemecahan. Dengan kata lain, asesmen otentik memonitor dan mengukur kemampuan siswa dalam bermacam-macam kemungkinan pemecahan masalah yang dihadapi dalam situasi atau konteks dunia nyata dan dalam suatu proses pembelajaran nyata.
Pada hakikatnya, kegiatan penilaian yang dilakukan tidak semata-mata untuk menilai hasil belajar siswa saja, melainkan juga berbagai faktor yang lain, antara lain kegiatan pengajaran yang dilakukan itu sendiri. Artinya, berdasarkan informasi yang diperoleh dapat pula dipergunakan sebagai
umpan baik penilaian terhadap kegiatan yang dilakukan (Nurgiyantoro, 2011:4). O’Malley dan Pierce (1996:4) mendefinisikan authentic assessment sebagai berikut. “Authentic assessment is an evaluation process that involves multiple forms of performance measurement reflecting the student’s learning, achievement, motivation, and attitudes on instructionally-relevant activities. Example of authentic assessment techniques include performance assessment, portofolio, and self-assessment”.Jadi, apenilaian otentik sangat terkait dengan upaya pencapaian kompetensi. Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang terunjuk kerjakan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam suatu persoalan yang dihadapi, Artinya, penilaian otentik dapat mmbantu dalam tercapainya pembelajaran yang efektif.

C.    Tujuan penilain Otentik dalam Konteks Penilaian Karakter

Bertemali dengan pendidikan karakter, pendidikan karakter bertujuan agar siswa mampu menjadi orang yang berkarakter mulia. Usaha pengembangan karakter ini harus dilakukan secara bekesinambungan dalam proses pembelajaran. Secara praktisnya, pembentukan dan pengembangna karakter ini bersifat integrative dengan aktivitas belajar yang dilakukan siswa. Oleh sebab itu, untuk mampu mengukur perkembangan karakter siswa diperlukan sebuah alat yang secara otomatis mampu mengukur aktivitas dan sekaligus menunjukkan karakter siswa. Alat itu adalah penilaian otentik.
Dalam penilaian pun peserta didik sangat memerlukan perlakuan individual. Mereka penting dinilai dari kegiatan dan hasil belajarnya berdasarkan kemampuan dirinya, karena setiap peserta didik mempunyai perbedaan satu  sama lain. Perbedaan itu bisa dilihat dari latar belakang social dan ekonomi keluarganya, minat, harapan, motivasi, kemampuan,emosi, kreatifitas, dll. Untuk hal penilaian ini guru harus benar-benar adil  dan otentik.
Beberapa pembaharuan yang tampak pada penilaian otentik adalah sebagai berikut:
1.      Melibatkan siswa dalam tugas yang penting
2.      Tampak dan terasa sebagai kegiatan belajar bukan tes tradisional
3.      Menyadarkan siswa tentang apa yang harus dikerjakannya
4.      Melibatkan keterampilan berfikir siswa
5.      Berpusat pada siswwa
6.      Dapat menilai siswa yang berbeda kemampuan, kultur dan gaya belajarnya.

D.    Strategi Pengembangan Penilain Karakter Berbasis Penilain Otentik

Budimansyah, dkk (2010) menyatakan bahwa dalam konteks mikro pada satuan pendidikan , maka program karakte perlu dikembangkan dengan prinsip-prinsip berikut:
1.      Berkelanjutan
2.      Melalui semua subjek pembelajaran
3.      Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan (Herman, 1972)
4.      Proses pendidikan dilakukan o4serta didik secara aktif dan menyenangkan.
5.      Menyelenggarakn kegiatan yng mengembangakan kepribadian
                     Adapun program yang dilakukan di sekolah  untuk pendidikan karakter:
1.      Mengembangakan model pembelajaran berbasis karakter
2.      Mendukung pembudayaan organisasi sekolah
3.      Memberikan layanan konsultasi tentang implimentasi pendidikan karakter
Pembentukkan karakter individu harus diawali dari lingkup terkecil, misalnya dilingkungan keluarga dan sekolah dan lingkungan tempat tinggal, terutama pada saat individu tersebut berada pada tingkatan sekolah dasar. hal ini akan sangat efektif dan tepat sasaran karena anak pada usia tersebut masih memiki pemikiran pemikiran yang segar dan sangat penting untuk ditanamkan karakter. baik atau buruknya karakter dan perilaku seseorang ketika dewasa ditentukan dari peneneman karakternya saat dini.
Pembentukan karakter melalui pembelajaran disekolah bisa dilakukan dengan mengadopsi setiap nilai-nilai karakter bangsa pada setiap mata pelajaran yang sedang diaajarkan. Dengan kata lain, menyisipkan nilai –nilai karakter pada setiap mata pelajaran yang diajarkan oleh pendidik. Karakter terdidri dari pengetahuan tentang moral, perasaan, dan perilaku, yang mana tentu saja setiap sekolah akan mengajarkan ketiga aspek tersebut. Hal tersebut akan memudahkan peserta didik untuk menyerap setiap nilai karakter tanpa beban yang berarti.
Pendidikan karakter yang ditanamkan disekolah jugs sangat terpengaruh oleh visi misi sekolah untuk menciptakan pribadi berkarakter pada peserta didiknya. Diperlukan kesadaran, keseriusan, dan keikhlasan oleh para pendidik khususnya dalam membangun , membina, dan mengembangkan karakter peserta didik. Sekolah harus pandai-pandai mengatur strategi dalam penanam karakter ini, diantaranya adalah:
1.      Kemampuan dalam bersosialiasasi, baik terhadap peserta didik, orang tua pesarta didik, masyarakat maupun warga sekolah lainnya untuk saling mendukung dan melengkapi.
2.      Menciptakan lingukangan yang kondusif. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila ia tumbuh dalam lingkungan yang baik pula. Lingkungan sangat berpengaruh besar dalam optimaalisasi perkembangan karakter anak. Tiga pihak yang memiliki peran  penting dalam hal ini, yakni, keluarga, sekolah, masyarakat . masing-masing pihak memiliki peran dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Menyikapi hal ini peran yang paling penting dalam memilih dan menciptakan suasana yang kondusif untuk pembentukkan dan pengembangan karakter anak.
Terdapat Sembilan pilar karakter yang penting untuk ditanamkan pada diri setiap peserta didik,yaitu :
1.      Cinta Tuhan dan alam semesta berserta isinya
2.      Tanggung jawab, disiplin, dan mandiri
3.      Jujur, amanah dan berkata baik
4.      Hormat dan santun
5.      Kasih sayang, peduli dan kerjasama
6.      Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah
7.      Keadilan dan kepemimpinan
8.      Baik dan rendah hati
9.      Toleransi, cinta damai, dan persatuan
Kesembilannya merupakan karakter baik yang harus ditanamkan dlam jiwa setiap peserta didik yang merupakan halpenting dalam mencapai hidup yang berkualitas dan berkarakter terpuji.
Karakter terpuji tercipta apabila adanya strategi yag tepat, misalnya dengan kegiatan pembelajaran cooperative learning, pengembangan budaya sekolah dan kegiatan belajar. Untuk menyempurnakannya, kita bisa melibatkan orangtua dalam setiap program sekolah, semua kegiatan tersebut dikemas dalam penilaian otentik. Dengan begitu, pengembangan penilaian karakter berbasis penilaian otentik akan tercapai

E.     Pengembangan Model Penilaian Karakter Berbasis Penilain Otentik

Penilaian otentik akan mampu memberikan gambaran perkembangan belajar siswa, penilaian otentik ini akan membawa pengaruh positif bagi berlangsungnya pembentukan karakter peserta didik. Pengaruh tersebut diantaranya :
1.      Peserta didik akan selalu terbiasa mengerti baik dan buruknya sesuatu,
2.      Mempunyai kecintaan terhadap kebajikan dan menjauhi keburukan
3.      Mampu melakukan kebaikan dan melakukannya
4.      Tidak mendsikiminasi dalam berteman
Para guru sering memiliki setidaknya seorang anak yang kurang diterima oleh teman-temannya. Strategi-strategi membangun komunitas yang telah kita didiskusikan sebelumnya dapat membantu untuk menyatukan anak yang dijauhi tersebut. Walaupun demikian, guru harus menambah usaha-usaha tambahan lainnya. Hal tersebut merupakan model penilaian karakter berbasis penilaian otentik.
Model pendidikan karaktaer dilakukan melalui tiga modus, diantaranya:
a.       Melalui penguatan pendidikan karakter
b.      Mengoptimalkan bimbingan layanan konseling
c.       Menyelenggarakan sosialisasi, pengamatan, study tour, perkemahan yang mengarahkan siswa berkarakter baik.
                                                                                                                       












BAB III
 PENUTUP

A.    Kesimpulan


ü  Penilain otentik dapat menunjang penilaikan karakter untuk membentuk karakter peserta didik
ü  Penilaian otentik adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaranperkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh pendidik agar bisa memastikan bahwa peserta didik mengalami proses pembelajaran dengan benar
ü  , untuk mampu mengukur perkembangan karakter siswa diperlukan sebuah alat yang secara otomatis mampu mengukur aktivitas dan sekaligus menunjukkan karakter siswa. Alat itu adalah penilaian otentik.
ü  Pembentukan karakter melalui pembelajaran disekolah bisa dilakukan dengan mengadopsi setiap nilai-nilai karakter bangsa pada setiap mata pelajaran yang sedang diaajarkan
ü  Penilaian otentik akan mampu memberikan gambaran perkembangan belajar siswa, penilaian otentik ini akan membawa pengaruh positif bagi berlangsungnya pembentukan karakter peserta didik.
                      

B.     Saran


Seharusnya setiap sekolah dapat mengimplementasikan pengembangan penilaian karakter berbasis penilaian otentik untuk membentuk karakter peserta didik yang diharapkan. Gunakan strategi yang sesuai dengan kultur lingkungan sekolah agar dapat tercapainya tujuan pendidikan.







Daftar Pustaka


Kesuma, Dharma, Triatna, Cepi; Permana, Johar. (2011) Pendidikan Karakter. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
http:widiyantoagungpbsi05.wordpress.com/evaluasipembelajaranbahasa/penilaian-otentik

Comments

Popular posts from this blog

RPP IPA Kelas 4 SD Semester 1 KTSP

DOCTOR ROMANTIC