Garut & Literasinya
Menurut Elizabeth Sulzby
“1986”, Literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam
berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang
berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi
yaitu kemampuan menulis dan membaca. Sejalan dengan pendapat Harvey J.
Graff “2006”, Literasi ialah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis
dan membaca. Jadi literasi dapat dikatakan semua yang berkaitan tentang
menulis dan membaca. Berbicara tentang literasi memang selalu menjadi hal
menarik untuk dikupas, adapun tentang bagaimana literasi di kota Garut
tentampat saya tinggal, seperti ini tanggapan saya…
Menurut pendapat saya jika
berbicara mengenai gerakan literasi di kabupaten Garut ejauh ini sudah cukup
baik, kabupaten Garut juga sudah mendapatkan berbagai penghargaan tentang
literasi yaitu Pada agenda TEPAS (Temu Pimpinan
untuk Aspirasi Masyarakat) Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang
diselenggarakan di Gedung Pakuan Kota Bandung (10/1/20), Pemerintah Kabupaten
Garut melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) meraih penghargaan
dari Gubernur Jawa Barat sebagai kabupaten yang berkontribusi meningkatkan
literasi di Jawa Barat. Penghargaan ini diraih setelah Garut berhasil
mereplikasi program Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) yang di inisiasi oleh
Ridwan Kamil Selaku Gubernur Jawa Barat, replikasi kolecer di Garut ini
didukung penuh oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Garut dan Bank Intan
Jabar Cabang Garut. Selain itu pemerintah kabupaten Garut juga melantik para
bunda di kabupaten Garut untek menjadi BUnda Literasi guna untuk meningkatkan
literasi di kabupaten Garut.
Berawal dari kepedulian
terhadap literasi, segelintir pemuda pemudi menghimpun diri dalam sebuah ikatan
organisasi yang berkenaan dengan taman baca di Garut yang sudah tersebar luas hamper
disetiap daerah kabupaten Garut, tentu saja ini menjadi gerakan positif yang membantu
masyarakat untuk gemar membaca dan menulis,. Seiring dengan sejalannya
perkembangan zaman, terumata dijaman digital ini literasi berevolusi dari media
cetak menjadi media digital banyak sekali informasi yang mudah didapat tetapi tetap
saja kita harus bisa memilah dan memilih agar dapat terhindar dari informasi
hoax. Di kabupaten Garut ad media literasi yang selalu up to date yaitu media yang dinamakan “infogarut” , “update
Garut” dan yang lainnya. Jika berbicara kedua media tersebut, sejauh ini cukup
membantu mendapat informasi terkini yang berkaitan tentan keadaan, kondidi,
peristiwa dan lain lain yang terjadi di Garut. Namun hanya saja saya agak
setuju jika ada informasi yang belum tentu benar terjadi tatu masih simpang
siur tapi sudah diuploud misalnya di akun social media instagram, tentu saj itu
akan berefek negative apalagi kepada warga yang tidak bisa membaca keadaan atau
kurang faham pasti akan dianggap benar, mending kalu berhenti di orang-orang
yang membacanya saja tetapi bagaimana jika informasi tersebut tersebar dari
mulut ke mulut, terlebih kedua akun tersebut sudah cukup bangat followers
berarti seharusnya tanggung jawabnya pun otomatis sangat besar dong, apa yang
diupload harus benar-benar sudah valid dan itu fact bukan hanya sekedar asumsi,
jadi harus lebih dicermati lagi jika berbagi berita atau informasi, karna
informasi atau berita yang salah itu membiaskan dan memberi efek negative.
Tujuan literasi yaitu
sebagi berikut:
1. membantu meningkatkan
pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat.
2. Membantu meningkatkan
tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang
dibaca.
3. Meningkatkan kemampuan
seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis.
4. Membantu menumbuhkan
dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang.
5. Meningkatkan nilai
kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis.
6. Menumbuhkan dan
mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas.
Tujuan dari literasi diatas,
media-media digarut sudah sangat hebat, apalagi sekarang banyak media yang
menaungi para penggemar menulis atau membaca sehingga lebih tearah dan
mempermudah mereka merealisasikan hobinya.
Misalnya mengenai menulis mereka dapat dengan mudah mengembangkan
kemampuan menulis dengan pelatihan menulis diblog seperti event yang diadakan
oleh penelis garut, event yang sangat kreatif apalagi di bulan ramadhan ini
yang identic dengan ngabuburit, nah kalau media penulis garut ini mengadakan
gerakan litersasi ngabuburit sambil menulis jadi dinamakan ngabubuwrite,
terjalinlah korelasi antara keduanya, ngabuburit dan menulis..
Comments
Post a Comment