Tentang Lelaki Berengsek yang tak bisa di Daur Ulang
Sore ini adalah hujan pertama setelah kemarau panjang terlalui, debu-debu jalanan yang berterbangan kini terendap air genangan, rumput-rumput yang layu kini nampak segar, pemandagan sore yang indah tapi tidak dengan kisah cintaku. Seperti hujan aku menunggumu, menunggu penjelasanmu. Awalnya aku tidak berencana mencintaimu, tapi kenyamanan membuatku terjerat dalam kisah cintanta bersamamu. Tapi aku masih belum mengerti apa maksud ending dari kisah ini terlalu memuakkan untukku. Sebenarnya selama berhubungan dengan Ray terjalan sangat sehat, jauh dari kata toxic relationship. Kamu yang sudah menyukaiku begitu lama, begitupun aku lambat laun mulai menyukaimu. Kita saling berbagi cerita entah tentang cerita bahagi, cerita sedih atau hanya sekedar cerita omong kosong yang membuat kita tertawa. Namun siring berjalannya waktu aku merasa sangat terintimidasi dalam hubungan ini. Iya aku tahu Ray begitu menyukaiku, harus berkabr setiap saat, minta pap dimanapun aku berada, jangan ...