Cerpen "Jepang Membawamu Hilang"

 


Teruntuk kupu-kupu manis di musim semi, tolong abaikan nada pilu yang menggangu. Kamu harus terbang secepat mungkin, sesukamu sampai impianmu benar-benar yang terkejar.

 

Harum semerbak bunga mawar di pagi hari, memanjakan hidung, menenangkan kepala. Setelah Deiva melakukan ritual paginya yaitu breathin lalu ia kembali kamar dan membiarkan pintu kamarnya terbuka. Deiva adalah seorang siswi SMA yang memang sudah terbiasa menyendiri tidak begitu tertarik dengan persoalan cinta. Akan tetapi, ada seseorang yang tidak sengaja mencuri hatinya. Padahal ini begitu sederhana Deiva awalnya memerhatikan lewat medsos, yups tentu saja lewat story instagram. Tapi kaya yaudah gitu tidak begitu intens.

“Kayaknya aku memutuskan untuk mandi hari ini” ia berbicara sendiri, nyaris tak ada raut kesedihan diwajah Deiva, oranya periang memang. Oh ya, Deiva mandi karna sekarang mau ada latihan silat disekolahnya. Ketika cahaya mentari mulai menghagatkan badan, pada saat itu pun Deiva mengambil gambar untuk dibuat sg, oke klik. Tidak lama kemudian, ada yang reply storynya, dan ternyata Dito, hahaha dia udah mulai nih, okay akhirnya berlanjut dm-dm an dan berujung pindah ke whatsapp, secepat itu.

Secerah langit hari ini, tapi membuat Deiva kepanasan dilapang sekolah karna sedang diadakan rapat terbuka untuk kegiatan camping yang akan dilakasanakan di Talaga Bodas, Garut, Jawa Barat, dan Deiva ditunjuk menjadi panitia, katanya alumni juga bakalan ikut beergabung dalam kegiatan camping tersebut.

Hari ini, hari keberangkatan Deiva mengikuti kegiatan camping, ia sangat antusias sekali terlihat dari persiapan yang telah ia lakukan. Setelah tiba ditempat camp, semuanya mulai melakasanakan satu persatu rondon acara. Dan akhirnya yang paling ditunggu-tunggu yaitu acara api unggun, tak menyangka ternyata Dito datang ke tempat camp. Mata Deiva bisa langsung menangkap jelas pria yang disukainya, tak dasar Deiva  masih memaku padahal Dito tengah menghampirinya. Duarrrrrr, jantung Deiva langsung meledak ketika Dito menepuk bahunya sambil berkata hayyyy.

“Eh hayy” Deiva benar-benar salting, bayangin deh ketika sedang memandangnya dan tanpa sadar memaku lalu orang yang kamu pandang menghampirimu, malu woyyy.

“Ku kira kamu gak ikut camp” lanjut Dito.

“Ku kira kamu juga gak ikut camp” lho ko aku ngikutin kata-kata, kok gak nyambung sih, apa yang baru saja aku katakan, bisik Deiva berbicara pada dirinya sendiri.

“Iya aku diundang kesini sebagai alumni” Dito menjawabnya sambil menahan senyum tapi tetap terlihat karna memang gak kuat liat tingkah Deiva yang salting.

“Oh iya iya iya kamu alumni iya iya” duhhh aku memang gak bisa mengendalikan dan akhirnya aku memutuskan untuk kabur.

“Eh eh mau kemana” Dito tertawa ringan melihat tingkah lucu Deiva.

Badan Deiva tiba-tiba panas dan wajahnya pucat kayaknya terkena flu karna memang udara disana sangat dingin. Takdir sedang mendukung mereka berdua, Deiva akhirnya pulang dan diantarkan oleh Dito, sudah tengah malem tapi mau gimana lagi takutnya Deiva tak kunjung membaik kalu tetap tinggal di tempat camp. Akhirnya mereka pulang bersama, ketika diperjalanan sesekali Dito mengajak ngobrol Deiva dan karna setengah ketakutan jalan sepi dan setengah lagi Deiva males berbicara karna sedang sakit, tapi ia memaksakan diri untuk mengobrol dengan Dito untuk mengalihkan ketakutannya. Sepertinya Deiva dan Dito satu frekuensi karna obrolannya memang nyambung  dan terkesan asik.

Hubungan mereka terlihat berjalan sangat mudah dalam hal PDKT, berlanjut dengan Dito selalu mengantarkan Deiva sehabis latihan silat di sekolahnya. Dito sangat mendukung sekali kegiatan Deiva.

“Aku janji pas nanti kamu terpilih mengikuti kompetisi aku akan menonton pertandinganmu, Del”

“Aku pegang janjimu ya” jawaban Deiva ditambah senyman manis sampai tak terlihat bola matanya.

Satu Minggu berlalu dengan perjuangan latihan demi latihan yang begitu melelahkan, dan sekarang saatnya Deiva bertanding, sementar Dito mengingkari janjinya karna harus mengikuti test untuk bekerja di Jepang, mau gimana lagi Deiva sangat kecewa tapi katanya kita sedang sama-sama berjuang untuk masa depan tidak apa tidak saling support dalam bentuk nyata, aku yakin kita sama-sama hadir dalam hati.

Kabar bahagia datang dari keduanya, Deiva mendapatkan juara 1 dan mendapat mendali emas yang ia idamkan, sedangkan Dito lulus ujian dan sebentar lagi ia akan pergi ke Jepang. Iya ini memang kabar bahagia, tapi bagaimana dengan hubungan mereka.

“Dei, sebentar lagi  aku pergi ke Jepang, jangan menungguku, kamu berhak bahagia disini”.

Deiva terdiam terhitung lama, lalu ia berkata”Iya aku tahu, aku mendukungmu jaga dirimu baik-baik ya, jangan lupa kembali meskpun pulangmu bukan untukku”.

Perkataan yang cukup sederhana, mau gimana lagi belum ada kejelasan dan harus berakhir, hubungan macam apa ini.

Akhir-akhir ini langit kota nampak muram, meskipun belum ada kejelasan tapi rasa ini sudah sangat jelas menyukaimu. Aku menyukai senyummu, perlakuanmu, dan tiba-tiba teringat kamu bilang kamu susah tidur lalu ketika sesudah subuh dan aku sudah bangun, kamu melakukan hal gak jelas dengan bolak balik didepan rumahku karna merindukanku. Kenapa kamu melakukan hal bodoh yang membuatku semakin menyukaimu sekaligus membuatku hancur, saat ini aku sangat hancur ketika pada akhirnya kita sudah tak saling menghubungi, kamu fokus mengejar impianmu dan meninggalkanku, sementara aku disini juga sedang berjuang dengan impianku, tapi menyebalkannya aku tetap mengingatmu. Kenapa aku begitu bodoh mengharapkanmu?mestinya harus ku sadari dengan kamu tidak menghubungi lagi berarti semuanya sudah selesai.

Hubungan yang berjalan sangat mulus pada awalnya, belum tentu berakhir manis. Begitu juga hubungan yang singkat tidak jarang susah untuk dilupakan, kenapa bisa? Ya karna kita hanya merasakan hal-hal yang manisnya saja, memang pada awalnya semua terlihat manis, dan kita belum sampai kemasa saling menyakiti hanya kita baru merasakan masa saling menyayangi saja belum ada rasa bosan, belum ada gangguan orang ketiga, belum saling nampak ego masing-masing.

Ya sudahlah, kisah Deiva berakhir, cintanya direnggut Negara Jepang.

 

 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

RPP IPA Kelas 4 SD Semester 1 KTSP

Makalah Strategi Pengembangan Penilain Karakter Berbasis Penilain Otentik

DOCTOR ROMANTIC