Cerpen Horor "Jembatan Pelik"

Angin bertiup kencang, mengibas-ngibas ranting yang dilaluinya. Hari ini Zeela memakai jaket tebal, "uuuhh dinginnya...."gunamnya. Zeela dan ketiga temannya akan berangkat liburan ke pantai selatan. Waktu sudah menunjukan jam 4 sore, mereka segera berangkat menggunakan mobil Reno. Matahari mulai tenggelam, menyisakan senja yang indah. Namun perjalanan masih sekitar satu jam lagi kata Shila. Kita mulai memasuki daerah kayak hutan lagi, ada tebing, banyak pohon pisang, juga sangat sepi.
" Setelah memasuki daerah ini, kita akan melewati tujuh jembatan" cetus Dito.
"Okay bro, lu yang tahu jalan ini kan? jangan sampai tidur lu". jawab Reno.
"Ya..Ya..Ya.."kata Dito.
Zeela yang duduk disamping Reno, dengan isengnya menghitung jembatan yang mereka lewati.
Malam semakin pekat, kadang-kadang terdengar bermacam-macam suara binatang yang lumayan keras.
"Okay guys, kita baru melewati tiga jembatan nih", sahut Zeela.
Tak terdengar jawaban, Zeela menengok kebelakang.
"Ih malah pada tidur tuh Ren" sambil melihat ke Reno.
"Gakpapa Zeel, kata si Dito kan jalannya satu jalur jadi gak bakalan nyasar".
"Hmmm oke deh".jawab Zeela.
Jalanan sepi sekali, tak terlihat ada orang yang bahkan sesekali lewat. Hanya terlihat Sepanjang jalan dipenuhi dengan pepohonan pisang. Baru saja berpikir seperti itu, tiba-tiba terlihat ada seseorang yang berdiri didekat jembatan keenam. Terlihat remang-remang, tidak begitu jelas karna hanya tersorot lampu mobil. Zeela sangat sumbringah akhirnya bisa nanya seseorang, meskipun peluang kesasar sangat tidak mungkin, hanya sekedar memastikan saja.
Jarak nya semakin dekat, oh ternyata dia seorang perempuan. Zeela yang memutuskan turun dari mobil untuk menanyainya. Perempuan itu nampak membawa bakul, Zeela berkata dalam hati, "Ngapain mbaknya jam segini sendirian gitu". Langkah Zeela diperlambat, merasa setengah hati,tidak sengaja mata Zeela melihat kakinya tak bernapak, kaki Zeela pun mendadak terasa kaku, Zeela ingin sekali berbalik arah dan kembali ke mobil tapi susah sekali. Didalam mobil Reno sudah mulai curiga, bulu punduknya tiba-tiba berdiri, dengan sigap dia menyusul Zeela, memegang tangannya dan berlari kembali ke mobil. Mereka tidak langsung berkata-kata, hanya berusaha untuk mengatur nafasnya. Setelah itu barulah Zeela berkata " Ren gimana ini, aku takut sekali"
"Tenang Zeel kita harus melewatinya, aku akan melajukan mobil dengat cepat, kamu hanya perlu  tenang dan berdo'a" kata Reno.
Zeela menangguk dan mulai berdo'a. Reno melajukan mobilnya begitu cepat, setiba pas dijembatan yang ada perempuan itu, "Duarrr" tiba-tiba perempuan itu menghadap ke depan mobil dan tertabrak lalu menghilang. Tidak bisa menahan rasa takut, Zeela dan Reno  pun berteriak "Aaaaaaaaaaaa", tapi Reno cukup hebat dia tidak mengerem mobilnya melainkan terus melaju dengan cepat untuk meninggalkan jembatan keenam itu. 
Aneh memang aneh, Shila dan Dito, mereka masih tertidur, Zeela sangat kesal dan membangunkan mereka berdua. 
"Bisa-bisa mereka tertidur disaat seperti ini, Woyyyyyyyy bangun, heyyyy kaliannnn!!!!" teriak Zeela.
"Apaan sih, hem?"sahut Dito sambil meletet, Shila pun menyusul meletet dan berkata sama.
" Tuh didepan, kita akan melewati jembatn yang ke tujuh, bentar lagi nyampe". Terang Zeela.
" Dito lu yang tau jalannya, kenapa lu malah tertidur, gak bener lu tuh" Reno berkata dengan nada kesal.
" Kalem cuy kita bentar lagi nyampe" jawab Dito dengan santai kek dipantai, abong mau ke pantai.
Jembatan yang ke tujuh pun sudah terlawati, Zeela dan Reno merasa lega.  Perjalanan pun berlanjut, 
tinggal beberapa menit lagi mungkin sampai di tempat tujuan. Tapi tak terduga ternyata didepan ada jembatan lagi. Reno bertanya kepada Zeela kenapa ada jembatan lagi, Zeela pun tidak tahu. Dito menyanggah mungkin Zeela salah menghitung. Setelah itu kenapa ada sosok perempuan lagi didepan jembatan yang akan dilaju. Reno mengerem mobilnya untuk menjaga jarak dengan sosok perempuan yang didepan, Zeela sangat panik. Dito masih tetap bermuka santai Sementara shela malah tertidur kembali. Akhirnya Reno menceritakan kejadian waktu melewati jembatan itu, Dito hanya berkata" kita hanya perlu berdo'a, mari jalan lagi".katanya.
Zeela benar-benar ingin marah tapi tertahan kemudian menurut  dan berdo'a. Reno menyalakan kembali mobilnya dan berusaha tutup mata tentang sosok perempuan didepan jembatan tersebut.  Mobil pun melaju kembali dengan cepat, tapi sekarang perempuan tersebut tidak bereaksi apapun. Reno menghela nafas, dan berkata "syukurlahhhhh". 
Nampak lagi didepan ada jembatan lagi, masih tetap sama mereka menyalahkan Zeela yang keliru menghitung jembatan. Zeela terpaksa mengganguk, meskipun dia merasa tidak benar. Hal tersebut telah terjadi dua kalinya mereka melewati jembatan yang sama, dan sekarang mau ke tiga kalinya dengan sosok perempuan yang tetap sama berdiri didepan jembatan. Untuk kesekian kalinya, Reno memberanikan diri melewati sosok perempuan tersebut, ketika tepat disamping sosok perempuan tersebut mobil Reno terhenti dengan sendirinya. Lalu perempuan tersebut terbang kedepan mobil dan memperlihatkan keseramannya sambil tertawa dengan sangat menakutkan. Zeela menangis sangat ketakutan, Reno memegang tangan Zeela sambil menatap, seakan-akan matanya berkata kamu harus tenang. Sementara itu, Dito berteriak kalau shela menghilang. Suasana pun menjadi kalut dan menegangkan. Mata Zeela mencari kesetiap arah, tapi tidak ada, sosok perempuan itu juga tidak ada . Akhirnya mereka bertiga keluar dari mobil dan berteriak memanggil Shila silih bergantian, Zeela sambil menangis dia membungkukkan badannya, tangisnya semakin menjadi. Dito mengusulkan untuk kembali lagi ke mobil dan melanjutkan perjalanan untuk meminta bantuan kepada warga sekitar. Dengan berat hati meraka pun melanjutkan perjalannya. Dan akhirnya mereka sampai ditempat pemukiman warga. Tepat pukul 03.00 pagi mereka mendatangi rumah Pak.RT, dan menceritakan semua yang mereka alami diperjalanan, terlebihnya mereka telah kehilangan temannya. Pak.RT sangat cemas dan memutuskan untuk mencari temannya setelah terbit fajar. Sementara menggu fajar, Pak.RT menyuruh mereka berisirahat terlebih dahulu dirumahnya.
Hawa dingin pagi ini, mereka awali dengan mencari temannya bersama Pak.RT dan beberapa warga.  Setibanya dijembatan , ternyata memang seseram itu tempatnya, ada banyak tebing dan pohon pisang. Gak ngerti ternyata pohon pisang yang banyak, bisa membuat efek horor gitu. Zeela mulai memanggil-memanggil nama temannya dengan nada tersedu-sedu karna dibarengi dengan tangisan. Setelah mencari kesana-kemari dengan berpencar. Alhasil tidak ditemukan, setelah petang mereka pun kembali ke rumah Pak.RT. Keesokan harinnya mereka kembali mencari temannya dengan penuh harap, tapi tetap saja tidak ditemukan. Tiba ketiga kalinya mencari lagi temannya dengan hasil yang sama. Pak.RT menyarankan bahwa mereka harus mengikhlaskan temannya dan segera kembali pulang kerumah. Mereka pun kembali pulang ke rumah dengan rasa penuh penyesalan. 
Empat hari kemudian, Pak.RT menelpon bahwa menemukan seorang gadis yang persis seperti teman Zeela. Zeela dan teman-temannya pun kembali ke tempat itu dan ternyata memang benar gadis itu adalah Shila.  Suasana sangat haru, ada rasa yang begitu bahagia tapi terlalu sedih untuk tertawa. tangis sendu pecah dirumah Pak.RT. Sementara Shila sendiri mengalami gangguan psikologis, dia nampak bingung. Tidak banyak cerita, Zeela dan teman-temannya berpamitan untuk pulang dan segera melarikan Shila ke psikiater. Setelah 3 hari di pengobatan, Shila menceritakan semuanya bahwa jembatan itu adalah jembatan bekas perawan tua yang tak kunjung nikah dan akhirnya bunuh diri disana, hantu itu menjadii arwah penasaran dan suka berbuat julid kepada manusia-manusia yang tidak ingat kepada Tuhannya. Kemudian Shila semacam disembunyikan oleh hantu itu. Padahal katanya Shila berkekeling mencari jalan Zheela dan teman-temannya selama satu minngu. Aaah sudahlah itu diluar nalar kita. Yang terpenting sekarang mereka sudah kembali bersama.

Comments

Popular posts from this blog

RPP IPA Kelas 4 SD Semester 1 KTSP

Makalah Strategi Pengembangan Penilain Karakter Berbasis Penilain Otentik

DOCTOR ROMANTIC