Cerpen " Basa- basi Takdir"
Tentang nestapa yang membiarkanku
terjatuh, tak memberi aba-aba dia datang tiba-tiba. Anganku berharap bahwa itu
bukan takdir.
Malam ini begitu pilu, suara jam dinding terdengar
“tik..tok..tik..tok” sangat keras. Aku masih termenung di kesunyian malam
dengan kenangan yang menyesakkan, tak terasa aku tertidur dalam kenangan itu.
Fajar tlah datang, aku terbangun melihat jam dinding lalu tertidur kembali.
Jadi begini rasanya patah hati tu, semua aktivitas tertanggu. Broken heart,
broken life, ohh shitttt. Secangkir kopi dan sebuah chanel di televisi menemani
siangku ini, tayangan chanel televisi hanya formalitas semata agar tak terlihat
seperti orang sedang melamun, berlangsung beberapa jam.Tibalah sore hari, ku
matikan televisi lalu pindah ke kamar untuk rebahan.
“i need somebody to heal, somebody to know, somebody to
have, somebody to hold”
Lagu yang berjudul “someone loved you” begitu merasuk ke relung hati. I really need someone. Terlepas dari semua itu, ibuku kebingungan dengan
kebiasaan ku yang berubah. Aku tak menjelaskan apa-apa aku hanya bilang aku
sedang sakit gigi.
Hampir mau satu minggu aku seperti itu, masih belum bisa
meluruskan pikiran, belum bisa menyembuhkan hati sendiri. Hingga tiba saatnya
aku merasa ini tidak benar, aku gak bisa terus-terusan seperti ini. Ibuku juga
sudah merasa aneh kenapa sakit gigiku tak kunjung sembuh. Aku mulai memperbaiki
kehidupanku lagi, kembali ke habit ku yang dulu. Subuh sekarang memang terlalu
dini sekitar jam empatan lah, Jam lima pagipun sudah nampak terang jadi aku
putuskan untuk lari pagi jam 04.30 supaya belum nampak terang. Selama lari pagi
sembari meluruskan pikiranku, sama halnya kayak berbicara pada diri sendiri.
Nafasku mulai ngos-ngosan dan aku masih berbincang dengan sendiri, hingga
langkahku tiba dirumah kembali, aku putuskan “aku harus memulai kembali,
berjalan kembali”. Selesai berucap kalimat tersebut ku akhiri dengan senyuman.
Aku pergi sarapan lalu mandi pagi dan berangkat ke kampus. Sejenak ku penjamkan
mata lalu menghela nafas kemudian berjalan ke arah kelas.
“Selamat pagi” ku sapa temanku yang sudah ada di dalam
kelas. Aku duduk paling depan meskipun aku lumayan tinggi. Kadang-kadang suka
diprotes kalau-kalau dosen menulis didepan, mereka bilang “ Re maaf nunduk
dikit” kalimat itu sering ku dengar sejak aku SD, hmmm. Waktunya makan siang!!! Ini yang paling
ditunggu-tunggu, temanku ngajak makan mie ayam, aku setuju dan langsung
melahap mie ayam dengan waktu yang hanya terhitung beberapa menit. Hahaa
astagfirulloh aku memang jago makan.
Mulai sekarang aku berusaha menyibukkan diri, kayak ikut
seminar-seminar, lebih banyak main sama teman daripada me time atau melanjutkan
hobi ku menulis yang sempat terjeda. Kemarin mungkin aku lengah, tapi sekarang
aku sudah RISE UP. Aku niatkan untuk tidak bermain-main dengan hati jika hanya
untuk mencari kesenangan belaka. Aku pikir itu hanya kebahagian semu yang tak
ada kepastian. Menengok usiaku sudah mulai dewasa, sekarang aku hanya ingin mengejar mimpi jikapun
masalah cinta itu hanya untuk menikah, aku akan
terima.
Hari ini hari Kamis yang manis, aku sudah menyelesaikan
novelku setelah melewati tahap revising, editing yang lumayan berat aku sempet
down dan ingin menyerah tapi terselamatkan dengan tekad dan mimpi ku yang kuat.
Sekarang aku berencana untuk menerbitkannya. Aku mulai mencari penerbit
sana-sini. Ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan, mencari penerbit
juga cukup membingungkan. Aku meminta saran kepada Pak.Hamzah, dosenku. Beliau
merekomendasikan ke seorang penerbit, akupun menurutinya. Tadinya aku mau
mencoba self publishing, tapi belum begitu mengerti karna ini kali pertamaku
mau menerbitkan novel, akhirnya aku pilih opsi untuk bekerjasama dengan
penerbit mayor. Ketika novelku diserahkan ke penerbit, aku benar-benar gugup,
ini lebih gugup daripada bertemu do’i lho. Setelah selesai penyerahan, aku
menunggu beratus-ratus jam, akhirnya selesai dicetak dan dipasarkan. Aku
bahagia.
Ketika ku membuka jendela kamar, angin berhembus lembut
melewati wajahku. Sempat membuat mata tertutup seakan mengelusku dengan kasih
sayang sampai membuatku menyunggingkan sebuah senyuman. Tiba-tiba suara telpon
memnghaburkan lamunanku.
“ Hallo”.
“Iya hallo bu, ada kabar baik. Selamat novel ibu best
seller”.
Terpaku mendengar kabar bahagia itu lalu aku jawab...
“Masyaalloh, terimakasih untuk kabar baiknya” tak terasa air
mataku berjatuhan, aku bahagia lagi.
“ Iya bu selamat, Silahkan datang ke penerbitan karna ada
hal yang harus dibicarakan”.
“Baik pak” jawabku.
Burung-burung yang lewat di awan tak lagi seperti meminta
simpati, sekarang mereka seperti mengucapkan “selamattttt, i’m so proud of you” . Aku langsung pergi mandi
dan menggunakan pakaian terbaikku, berhias secantik mungkin untuk pergi ke
penerbitan. Sesampainya disana, dihalaman parkir terlihat seperti ada kayak
acara gitu. Ku berjalan berjalan
perlahan sembari kepo gitu, ada acara apa sih ko sepi ?. Ketika langkahku
sekitar 3 meteran jarak ke tenda acara itu tiba-tiba ada suara petasan lalu
orang-orang datang dan bertepuk tangan.
“wah surprise yang bagus nih, temen-temen percetakan niat
banget gitu” gunamku dalam hati.
Tidak lama dari situ, orang-orang ojol-ojol kepinggir lalu
datanglah seorang pria yang begitu terlihat gagah berjalan kearahku sembari
dengan tersenyum. Aku kebingungan, lalu dia berkata........
“Will you marry me?” suasana langsung hening ketika pria itu
berkata demikian.
Ada bahagia yang begitu meledak, aku suka mencuri-curi mata
dengan pria itu ketika datang kepenerbitan, aku menyukainya, dia temanku waktu
SMP dan sekarang sangat tidak percaya dia melamarku tanpa melakukan pendekatan
terlebih dahulu atau apalah komunikasi kek, ini engak, dia langsung melamarku.
Bagaimana aku bisa menolaknya aku juga
menyukainya dalam diam.
“ Yes, i will” jawabku. Tiba-tiba suasana berubah drastis
menjadi sangat meriah dengan standing applause dari semua pihak. Aku terharu, ku
lihat senyuman disetiap orang dan pria itu. Ku tatap langit dan berkata dalam
hati “Jadi ini basa basi takdir-Mu , skenario-Mu memang selalu indah meskipun
terkadang aku kufur dalam menjalaninya, Thanks God. Sakit hatiku menghasilkan
karya hati, yang berhadiahkan kebahagian hati .
Note: Aku tidak tahu akan dilamar, untung aja aku dandan,
guys.hahha
Bagus mirr 👍👍👍
ReplyDeleteHatur nuhun Ro :)
ReplyDelete