Cerpen "The Game of My Friend"
Keramaian siang telah hilang, berjalan menuju petang yang tenang membuat diri ini semakin hampa tanpa ada perasaan yang hadir, senyap namun penuh harap. Kepekatan yang menatap kehambaran rasa karna tidak ada perasaan yang hadir. Bergulir seperti itu, sampai ada yang sudi hadir. “Woii ngelamun bae, makan yok”sapa Sasa. “Ih lho ngagetin aja sih!’’ jawabku. “Udah deh gk usah ngambek, kenapa sih lho? Aku pergi begitu saja cukup dengan tersenyum untuk menjawab pertanyaan Sasa. Hari sudah mulai sore, aku pulang dengan cepat karna takut kehujanan. Setiba di rumah setelah melakukan kewajibanku, tempat tidur menjadi sasaran utama untuk melanjutkan lamunanku tadi. Lagu “Menyimpan rasa” dari Devano menemani kepiluanku saat ini, suara jarum jam mulai terdengar karna suasana rumah sudah sepi, ibuku mungkin sedang bermimpi. Tapi rasa ngantukku tak kunjung datang. Besok siang aku akan ikut sodaraku sekaligus temanku pergi piknik ke pantai. Kami berangkat menggunakan sepeda m...